Friday, April 10, 2009

UAAARGH !

hmm..
2 hari yang lalu Indonesia baru ngegelar pemilu legislatif.
gimana prosesnya ?

di tempat sy si, ga ada masalah.

pas liat tv.

dimana-mana dilaporin kekacauan !

logistik pemilu yang kurang lah,
DPT yang amburadul lah,
surat suara ketuker lah,
sampe caleg stress !

astaghfirullah..
ko malah nurun yah ?

padahal kita tau, pemilu adalah pesta demokrasi terbesar dimana seluruh rakyat bisa ngasih suaranya.
padahal kita tau, peranan pemilu sangat penting bagi negara yang menganut sistem demokrasi.

mau jadi apa Indonesia kalo pemilu nya aja kacau ?
siapa wakil kita di pemerintahan aja kita ga tau.
hmm..
emang udah banyak banget kekacauan di Indonesia ini.
ga ada gunany marah-marah juga.

tapi, waktu saya lepaskan pandangan saya dari kekacauan pemilu,
saya coba browsing internet,
saya liat blog teman-teman, facebook dan forum-forum,
wow !
ternyata banyak teman-teman seusia saya yang memiliki pikiran bagus soal bangsa !
dan apa artinya itu ?
artinya,
PEMUDA INDONESIA MULAI BANGKIT.

mereka mulai memikirkan bangsa dari sekarang.
bayangkan apa yang bisa mereka lakukan 20 taun mendatang !
three cheers for us !

tapi (yah, ada tapinya lagi)
pas saya mencoba menerawang ke masa depan (nerawang ?)
saya takut.
saya takut, pas pemuda2 tadi tu mimpin bangsa,

Indonesia udah keburu ancur..

Indonesia udah keburu hancur di tangan pemimpin2 sok memimpin di jaman sekarang ini.

hey !
kalian pemimpin bangsa !
sadar ga betapa buruk hal yang udah kalian lakuin ??!

tapi masih belum layak buat kita untuk putus asa.
pemuda2 jaman sekarang inovatif ko.
banyak buktinya.

apa ? minim pengalaman ?
pengalaman lahir dari mencoba kan ?
belum pernah nyoba pemimpin muda kan ?

sudah saatnya,

PEMIMPIN MUDA BERAKSI !

1 comment:

David Pangemanan said...

INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA

Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang

digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku

untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku

Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak 'bodoh', lalu seenaknya

membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah 'dokumen dan rahasia negara'.
Statemen "Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap" (KAI) dan "Ratusan rekening liar

terbanyak dimiliki oknum-oknum MA" (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini

sudah terlampau sesat dan bejat.
Permasalahan, kondisi seperti ini akan dibiarkan sampai kapan??
Sistem pemerintahan jelas tidak berdaya mengatasi sistem peradilan seperti ini.
Lalu siapa yang mau perduli?

David
HP. (0274)9345675