Monday, December 29, 2008

senang-senang ?

TAHUN BARU 2009

2 hari lagi



sesaat saya terjebak dalam euforia yang kerap terjadi sejak beberapa hari sebelum tahun baru,
dari tahun ke tahun

mari kita berpikir sejenak..
apa kita pantas bersenang-senang ?


baik,
kita lihat dari lingkungan kita dulu,
INDONESIA

4 tahun masa kepemimpinan SBY,
presiden yang dipercaya sebagian besar masyarakat menurut hasil pemilu 2004.
apa yang telah berubah ?

kemiskinan berkurang.
oke

pengangguran berkurang.
oke

kesehatan meningkat.
oke

korupsi ditekan.
oke


sudah ?
hanya itu ?
dan dengan itu kita merasa pantas bersenang-senang ?

hey !
Indonesia luas, bung !

oke kemiskinan berkurang,
tapi MASIH SANGAT BANYAK yang kelaparan di pelosok sana !

baik pengangguran berkurang,
tapi MASIH SANGAT BANYAK pemakan gaji buta di luar sana !

oke kesehatan meningkat,
tapi MASIH SANGAT BANYAK yang ditolak masuk rumah sakit hanya karena uang !

oke korupsi ditekan,
tapi MASIH SANGAT BANYAK orang-orang egois yang mengaku 'wakil rakyat' di parlemen !

ditambah

RUSAKNYA PENDIDIKAN

bukan, saya tidak membicarakan peristiwa penamaparan siswa oleh guru yang diumbarumbar ke media massa

tapi jauh ke dalamnya,

yaitu rusaknya makna pendidikan
apa sih pendidikan ?
sekolah ?
angka angka 0-100 yang menekan siswa ?
guru mengajar siswa duduk diam ?

BUKAN !

pendidikan luas, cuy !

pendidikan tu initinya belajar
belajar tu initinya mendapat sesuatu yang baru

dan belajar, bukan cuma mafikibi atau science atau apapun itu lah
pembelajaran ga bisa dinilai cuma dari angka-angka yang biasa menghiasi rapot kita
cuma kita yang bisa ngerasain manfaat belajar itu

tapi sekolah di Indonesia ?
cuma ngajarin pelajaran-pelajaran dari buku-buku materi yang dicetak berbagai penerbit yang kadang-kadang isinya cuma copy-paste.
apa ilmu-ilmu ini bakal sepenuhnya kepake saat kita udah gede dan mengenyam dunia pekerjaan ?

ngga kan..

90% orang berhasil tu bukan karena ilmu-ilmu materiil mereka, tapi karena kemampuan mereka dalam berurusan dengan orang lain. karena kemampuan mereka dalam mempengaruhi orang lain.

apa sekolah pernah mengajarkan ini ?
pernah.
tapi bandingkan porsinya dengan pelajaran-pelajaran eksak yang membebani otak kita.
SANGAT SEDIKIT

bagaimana Indonesia bisa maju ??


lalu, apa kita masih pantas bersenang-senang ?

diskusi saya dengan seorang teman menghasilkan perhitungan
1% pemuda memikirkan bangsa, 1% dari pemikir itu melakukan sesuatu, dan 1% dari yang melakukan itu berhasil melewati rintangan.
dengan asumsi jumlah pemuda di Indonesia kira2 60% jumlah penduduk, perhitungan itu menghasilkan

120 pemuda akan ada di garis akhir pejuang bangsa
anggap jumlah penduduk Indonesia menjadi 500 juta saat pemuda2 itu memimpin

maka 1 orang harus bisa memajukan 4 juta sekian orang

well..
it's very hard

dimana kita akan berada ?
itu pilihan kita

saya yakin, angka 120 itu MASIH BISA dan HARUS BISA BERTAMBAH.

karena Indonesia,

harus maju.



jadi, masih mau bersenang-senang ?

2 comments:

Anonymous said...

Anjis, keren be!

121 orang tepatnya ama urang

ga deng, kita masih dalam tahap berhasrat, belum melakukan. apalagi melewati rintangan.

enya teu?

poinnya, pemuda adalah energi peradaban

Andhika Nugraha said...

analisis membuktikan, semakin tinggi seseorang dalam strata sosial pendidikan, semakin banyak ia komplain tentang pendidikan.

fakta membuktikan, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin ribut ia dalam memperjuangkan apapun yang ia perjuangkan.

not that it necessarily means something important...